A curious question arises: If Indonesia loves Shah Rukh Khan so much (he is arguably bigger than Tom Cruise in the archipelago), why does DDLJ remain the king?
Dilwale Dulhania Le Jayenge adalah film yang wajib ditontan bagi para pencinta film Bollywood. Ini bukan sekadar kisah cinta, tetapi juga cerita tentang nilai keluarga, pengorbanan, dan perjuangan untuk mendapatkan cinta dengan cara yang terhormat. Film ini tetap relevan dan segar bahkan setelah hampir tiga dekade berlalu.
Namun, tragedi terjadi saat Simran mengungkapkan kepada Raj bahwa ia harus menikah dengan pilihan ayahnya dan tidak bisa melanggar janji ayahnya. Raj, meski terpukul, memutuskan untuk menghormati keputusan tersebut.
For reasons that baffle Western analysts but make perfect sense to Southeast Asians, DDLJ isn't just a foreign film in Indonesia. It is a cultural heirloom. But how did a story about two British-born Punjabis finding love in the mustard fields of India become the unofficial romantic bible of a Muslim-majority archipelago?
Film DDLJ telah menjadi salah satu film Bollywood paling sukses sepanjang masa, dengan pendapatan lebih dari ₹1,02 miliar (sekitar $1,5 juta USD) di box office. Film ini juga telah menjadi klasik dalam sinema India dan masih dikenang hingga saat ini.
When you ask an Indonesian Apa kabar? (How are you?), they might smile. But if you ask them, "Who takes the bride away?"— Siapa yang membawa pergi pengantin wanita? —they will answer in perfect chorus: Si pemberani hati. (The brave-hearted one.)